Posted by: stevanustanly | March 23, 2010

Integrated Transport Information System (ITIS)

Integrated Transport Information System (ITIS)

Ketika kita berkendara, tentunya kita tidak dapat menduga apa yang akan kita temui dalam perjalanan nanti. Apakah perjalanan tersebut akan lancar-lancar saja, atau terhambat oleh berbagai hal, seperti kemacetan dan lain sebagainya. Hal tersebut akan mudah diatasi jika ada pemantauan khusus dan pemberitahuan pencegahan selanjutnya. Dalam mengatasi kemungkinan-kemungkinan tersebut, maka Kuala Lumpur mencoba menyelaraskan antara networking dengan teknologi yaitu proyek ITIS (Integrated Transport Information System). Proyek ITIS memanfaatkan penerapan kecanggihan telekomunikasi masa kini guna mengatasi permasalahan transportasi, sehingga suatu pesan dapat tersampai tepat sasaran dan pada waktunya. Telekomunikasi itu sendiri merupakan suatu sarana dalam menyampaikan sesuatu dari pengirim kepada penerima informasi dengan media perantara. ITIS (Integrated Transport Information System) diimplementasikan ke seluruh Kuala Lumpur dan sesuai dengan Rencana Kuala Lumpur 2020. rencana tersebut bertujuan untuk merubah infrastruktur, meningkatkan kualitas hidup penduduknya dan menunjang perkembangan Kuala Lumpur sebagai kota yang berkelas. Dalam penerapan telekomunikasi, proyek ITIS terbagi atas 7 komponen, yaitu:

1. Transport Management Centre Transport Management Centre merupakan pusat kontrol informasi lalu lintas bagi ITIS dimana seluruh aspek lalu lintas yang ada di Kuala Lumpur dipantau dan diatur. Transport Management Centre terletak di Technology Park Malaysia yaitu di daerah utara Kuala Lumpur tidak jauh dari North-South Highway.

Transport Management Centre (TMC) di desain untuk mengatur dan mengkoordinasikan
semua kegiatan-kegiatan pada jaringan jalan pada tingkat regional dengan memanfaatkan
kombinasi dari teknologi IT yang ada dan baru secara bersama-sama dan memproses real
time data terkait dengan permintaan, arus lalu lintas, kemacetan dan kecelakaan yang melalui
jaringan jalan. Dalam area yang lebih besar, sejumlah ITS dari kota/daerah terkait
memberikan informasi dan data-streaming ke TMC sebagai masukan dalam pengambilan
keputusan yang menjamin keselamatan dan kelancaran lalu-lintas regional (antar daerah).
Pada dasarnya TMC merupakan kordinator dari pihak-pihak berwenang terkait dalam
pengelolaan lalulintas transportasi. TMC harus dapat menganalisa dengan cepat data-data
dan informasi yang didapatkan baik dari pihak lain terkait maupun dari sistem pengelolaan
data terintegrasi. Hasil analisa tersebut kemudian dikomunikasikan dengan pihak berwenang
terkait untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Tiga konsideran utama yang menjadi dasar
analisa TMC adalah menciptakan lalulintas transportasi yang Aman, Lancar dan Nyaman.
Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan efektif TMC harus bekerja-sama dengan
Transport Management Local (Kota/Daerah) yang mempunyai tugas utama mengelola
lalulintas transportasi yang Aman, Lancar dan Nyaman ditingkat lokal (kota atau daerah).
Dalam pelaksanaan tugasnya, perlu digunakan tiga sistem pendukung dalam pelaksanaan
manajemen transportasi yaitu:

1. Sistem Data Center : Sistem Informasi Manajemen Organisasi, Sistem Informasi
Geografis, Sistem Informasi Eksekutif, dan Database Iainnya.

2. Management Sistem: Aplikasi ITS, ATCS, Smart Camera, Smart Card, dll.

3. Sistem Communication Center : Telefon hotline, Website, SMS Center, Radio FM, Radio 2 Arah (SSB, Trunking, All Band)

Aliran data dan informasi yang cukup intensif untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat dengan cepat mestilah didukung dengan sistem teknologi informasi yang baik. Dalam
hal ini, TMC harus didukung sistem IT online untuk mendapatkan streaming data terkini dari unit-unit monitoring daerah/kota (lokal). Sistem monitoring area lokal dengan menggunakan ITS
Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat, TMC selayaknya didukung dengan sistem data-center seperti data geografis (GIS), data armada angkutan dan sebagainya sebagaimana terlihat dalam gambaran sistem informasi terintegrasi

2. Automatic Incident Detection System merupakan suatu sistem deteksi kecelakaan maupun berbagai permasalahan yang ada dijalan sehingga dapat langsung dievakuasi tepat waktu. Sistem tersebut mengkombinasikan dua teknologi inovatif yaitu video image processing and intelligent detection program, sistem ini dapat bekerja di segala cuaca, pagi maupun malam. Alat yang digunakan yaitu kamera yang dipasang di beberapa titik yang dapat memonitoring arus lalu lintas di jalan. Gambar dan video yang tertangkap dari kamera menjadi data untuk diproses lebih lanjut sehingga dapat diketahui berapa kecepatan kendaraan yang sedang melintas, volume kendaran dll.

Cara kerja Automatic Incident Detection System yaitu sensitif alarm yang ada akan memberitahukan komputer operator yang ada di Transport Management Centre, kemudian operator dapat memberikan solusi cepat dan tepat. Selain itu, dengan adanya Automatic Incident Detection System ini, kita dapat melihat kembali video yang ada untuk menganalisa penyebab terjadinya suatu kecelakaan, sehingga kejadian yang sama dapat dicegah agar tidak terulang kembali.

Berdasarkan hasil pemantauan sensor-sensor pada Traffic Management System, pengelola jalan atau pihak yang berwenang dapat memperoleh informasi lebih awal. Informasi dapat berupa besarnya kecelakaan, fatalitas kecelakaan, jumlah ambulans yang diperlukan, tenaga medis yang harus dikirim, alat penolong yang harus didatangkan dan sebagainya. Informasi ini juga dapat diteruskan ke pihak-pihak lain yang terkait, misalkan rumah sakit, pemadam kebakaran dan lainnya. Sistem ini juga dapat memberikan informasi ke rumah sakit mana yang harus dituju agar korban kecelakaan segra sampai dengan cepat. Selian itu kondisi korban dapat terlebih dahulu disampaikan ke rumah sakit tersebut sebelum korban sampai di tempat.

3. CCTV Monitoring Camera CCTV Monitoring Camera merupakan suatu kamera pengawas berbagai situasi yang ada di jalan. Pengawasan langsung dikontrol oleh Transport Management Centre. Kamera yang ada mempunyai panel yang bisa membuatnya bergerak dengan leluasa, dan juga memiliki kemampuan memperbesar gambar (zoom). Apabila terjadi kecelakaan, kamera akan otomotatis terkunci pada gambar terjadinya kecelakaan.

4. Variable Message Signs merupakan suatu pesan elektronik yang dipasang dibeberapa tempat untuk menginformasikan hal-hal penting yang sifatnya mendesak agar dapat membantu kelancaran perjalanan pengguna jalan. Misalnya jika ada kecelakaan beberapa kilometer di depan anda, pesan yang disampaikan dapat berupa instruksi atau informasi sehingga pengguna jalan dapat membuat keputusan apakah tetap melintas lewat jalan tersebut atau memilih alternatif jalan yang lain.

5. Automatic Vehicle Location System menggunakan GPS yang dapat memberikan data berupa peta jaringan jalan, gambar lalu lintas secara menyeluruh kepada Transport Management Centre. Alat tersebut kombinasi dari GPS (global position system) dan GSM. berguna untuk tracking kendaraan dan juga untuk mengetahui kecepatan kendaraan, driver mengunakan safety belt atau tidak bahkan bisa mematikan mesin kendaraan anda. Alatnya tidak besar, hanya sebesar kotak korek api yang ada beberapa kabel disambung ke stater dan control kendaraan anda, mempunyai baterei cadangan dan otomatis akan recharge apa bila kendaraan anda distarter. Mempunyai dua buah antena kecil. Harganya alat mahal karena anda harus beli alat dan komputer serta sofware dari GPS.

KELEMAHAN SISTEM

Kalau tidak ada sinyal ato BTS turun maka tidak bisa tracking mobil.

Kalau dipasang pada mobil emergency seperti ambulance dan fire truck akan riskan, karena mobil tersebut sedang membawa pasien kritis dan mobil tersebut control systemnya fail maka seketika mobil akan mogok.

KEUNGGULAN SISTEM

Fleksibilatas Hardware dan Software

Sistem secara keseluruhan dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan user.

Realtime
Posisi dan berbagai parameter lain setiap kendaraan dapat diketahui secara realtime online, (kecuali untuk passive tracker).

Digital Vector Map

Peta vektor digital sesuai keinginan menjamin akurasi informasi posisi ditambah dengan fungsi-fungsi map view seperti zoom, geser view, tampilan posisi kordinat kursor.

User Account

Akses setiap user dapat dibuat bertingkat sesuai dengan kewenangan. Ada tiga tingkat kewenangan yaitu Administrator, Supervisor dan Operator.

Input/Output port

Saluran input output digital dan saluran data serial untuk memantau dan mengontrol kendaraan (kondisi mesin, Temperature, paging, alarm, mematikan mesin, dan fungsi kontrol lainnya,).

Input-Output Status

Menampilkan status Input – output di kendaraan secara informatif di layar monitor.

Panic Button, dan Predefined Button

Terdapat tombol untuk keadaan darurat dan fungsi fungsi lain sesuai kebutuhan. Status dari setiap predefined button akan ditampilkan di layar monitor.

Parking Lock Alarm button (PLA)

Jika diaktifkan unit monitoring meng-artikan kendaran sedang diparkir, jika kemudian kendaraan bergerak tanpa mematikan tombol PLA maka unit monitoring akan membunyikan alarm sehingga operator melakukan tindakan yang diperlukan (mematikan mesin, menghubungi personel lapangan, dll).

Routing
Membuat route planner, geofencing , waypoint, dan Parking Lock Alarm terhadap masing-masing kendaraan.

Last on air status

Status komunikasi terakhir dalam bentuk windows/tabel berupa kecepatan dan arah kendaraan dengan ID tertentu dan alias tertentu.

Group Monitoring

Menampilkan atau menghilangkan group dengan simbol yang berbeda dan untuk waktu yang ditentukan.

Group ID Searching

Pencarian kendaraan berdasarkan ID kendaraan, jenis/group kendaraan, zona area radius tertentu,atau berdasarkan status input tertentu.

Map Marking & Symbol

Aplikasi dilengkapi fasilitas untuk melengkapi peta dengan tanda-tanda pada posisi object penting dengan simbol simbol yang ada maupun simbol yang dibuat oleh user.

Audible alert

MCU mempunyai Alarm (audible alert) yang dapat diaktifkan dari Aplikasi di Base Control Unit.

Transmit Mode

Pengiriman informasi lokasi atau status kendaraan dapat di set sesuai atau dikombinasikan berdasarkan :

– Perioda waktu tertentu (10 detik – 1 jam), – Jarak tempuh tertentu (100m – 10km),
– Permintaan BCU,

– Perubahan status input.

Data Logger sebagai Passive Tracker

Jika diinginkan MCU dapat dilengkapi dengan data logger yang berfungsi untuk mencatat seluruh aktifitas kendaraan, informasi yang diterima, dan informasi yang dikirimkan oleh MCU. Data yang telah direkam dapat di playback oleh aplikasi BCU, yang berfungsi sebagai passive tracker.

Multi Viewer

Untuk pemantauan jumlah armada yang banyak perangkat monitoring dapat menggunakan beberapa PC dengan wilayah pantauan yang berbeda.

Report

Aplikasi ini juga dapat mengeluarkan laporan-laporan pergerakan armada per-shift, aktifitas armada dan telemetering secara lengkap.

MEDIA TRANSMISI

  1. Tanpa media transmisi – Passive Tracker
  2. Radio komunikasi – Konventional, Trunking
  3. GSM
  4. Satellite

6. Advanced Traffic Management System menggunakan software yang dapat menganalisa pergerakan lalu lintas, sehingga dapat membantu operator yang ada pada Transport Management Centre untuk mengatur arus lalu lintas, merespon kecelakaan dengan cepat dan tepat, dan memberi kemudahan kepada pengguna jalan dengan memberi message signs atau rambu-rambu lainnya.

Advanced Traffic Managent System digunakan oleh pengelola jalan untuk memantau lalu lintas dan memberikan informasi real time kepada pengguna jalan. Tujuan sistem ini agar lalu lintas dapat dioptimalkan pada seluruh route alternatif yang ada, sehingga kemacetan dapat dihindari atau dikurangi dengan memberikan saran kepada pemakai jalan. Sistem ini juga memberikan informasi adanya hambatan atau kecelakaan pada route yang akan ditempuh, sehingga pengemudi dapat memakai alternatif route lain. Input informasi di dapat dari sensor-sensor yang terpasang di ruas jalan, misalkan: digital camera video atau cctv, traffic analyzer, traffic counter dan sebagainya. Sedangkan untuk menyampaikan informasi kepada pemakai jalan, dapat digunakan berbagai alternatif media, misalkan: variable message sign atau electronic sign board, radio siaran khusus pemakai jalan dan sebagainya.

7. Advanced Traveller Information System Pelancong sangat diperhatikan kemudahan dan kenyamanannya dengan memberi informasi dan panduan dalam bepergian melalui media-media komunikasi yang ada seperti message sign board, internet, televisi dan radio. Selain itu para pelancong juga dapat memanfaatkan layanan informasi yang disediakan melalui telepon.
ITIS merupakan salah satu majanemen transportasi berbasis teknologi yang dikembangkan dengan harapan dapat mengatasi masalah transportasi yang terjadi di kota-kota sibuk seperti halnya Kuala Lumpur. Berbasis teknologi tersebut yaitu dengan pemanfaatan media telekomunikasi sebagai alat komunikasi perantara guna penyampaian pesan.

Sistem ini secara prinsip adalah sistem informasi yang menjadi panduan kendaraan untuk mendapatkan route jalan yang optimal. Pada pengembangan selanjutnya sistem ini bahkan diharapkan mampu untuk membantu pengemudi mengontrol kendaraan agar sampai ditujuan dengan aman, nyaman dan lancar. Advanced Traveller Information System merupakan terminologi dari ITS America, sedangkan pada ITS Japan mengembangkan jenis Advances Navigation System. Teknologi yang digunakan adalah peta digital berbasis Geographic Information System (GIS), yang dipasang pada on board unit di kendaraan yang mirip dengan PDA (Personal Digital Assistant).

referensi: indoskripsi.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: