Posted by: stevanustanly | March 23, 2010

Internet2

Masa Depan Internet2

Para peneliti California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena, Amerika Serikat dan CERN – yang berpusat di Geneva, Swiss – telah menguji kecepatan transfer data pada jaringan backbone Internet2, Abilene Network. Penelitian dilakukan untuk mengukur kecepatan pengiriman data sejauh 11.000 kilometer dengan kecepatan rata-rata 6,25 gigabits per second (gbps).

Menurut pernyataan CERN yang dikutip IDG News Service, kecepatan transfer yang didapatkan ternyata 10.000 kali kecepatan koneksi internet broadband rumahan.

Rekor kecepatan transfer data tersebut dilakukan pada kompetisi Internet2 Land Speed Record minggu ini. Uji kecepatan itu merupakan bagian dari pertemuan Spring 2004 Internet2 yang dilaksanakan di Arlington, Virginia Amerika Serikat. Internet2 merupakan grup yang terdiri lebih dari 200 universitas di negeri Paman Sam, yang mengembangkan industri teknologi internet masa depan.

Sebelumnya, tim dari Caltech dan CERN telah melakukan uji serupa dengan jarak yang sama pula, dari Los Angeles ke Geneva. Pada uji kecepatan internet dengan menggunakan Internet Protocol versi 6 tersebut didapatkan kecepatan transfer data sebesar 4 gbps. Sementara dengan menggunakan Internet Protocol versi 4, kecepatan transfer data mencapai 6,25 gbps.

“Riset menujukkan high-energy physics, astrofisika, energi fusi, klimatologi, bioinformatika, dan bidang lainnya memerlukan jaringan internet yang cepat,” tutur Harvey Newman, profesor Fisika di Universitas Caltech, Amerika Serikat. “Dalam jangka 10 tahun mendatang kecepatan transfer data akan mencapai terabit-per-second (1 trilyun bits).”

Pengukuran rekor kecepatan tansfer perlu dilakukan untuk pengembangan grid network yang dilakukan oleh para ilmuwan. Kecepatan tinggi tersebut tak dibutuhkan untuk pengguna rumahan, yang masih tercukupi dengan koneksi ADSL biasa.

Internet2, sebuah konsorsium jaringan canggih yang bersifat non profit di AS tengah mendesain sebuah jaringan baru yang dapat membuka rute langsung ke tujuan dengan bandwidth dedicated yang besar saat dibutuhkan.

Saat ini, Internet Protocol (IP) yang digunakan memecah data menjadi berbagai paket yang dikirim lewat kabel fiber optic (FO) ke tempat tujuan mereka. Akan tetapi, paket – paket ini tidak selalu melalui rute yang sama karena router memeriksa masing – masing paket sebelum meneruskannya ke router berikutnya.

Masalah dengan sistem ini adalah transfer data yang besar dapat berpotensi membanjiri router dengan sejumlah besar paket yang menanyakan ke mana mereka harus pergi. Hal ini dapat berakibat kepada, sebagai contoh, tampilan video streaming yang tidak mulus karena terkadang paket – paket ini tiba di tujuan dengan urutan yang salah.

Sistem baru ini akan mampu membuka koneksi langsung ke tujuan, mirip seperti sebuah sambungan telepon. Semua data akan menjalani satu rute tanpa diganggu lalu lintas dari orang lain. Dengan cara ini, informasi dalam kuantitas besar dapat ditransfer dengan cepat, efisien dan jelas.

Saat ini, sistem ini baru digunakan untuk keperluan akademis, akan tetapi berpotensi menjangkau konsumen massal sama seperti halnya internet. Pada saat itu, kita akan mampu menonton video streaming high definition sebening kristal tanpa membutuhkan koneksi internet yang sangat cepat.

Perkembangan internet disusul dengan project internet2 yang merupakan Next

Generation Internet (NGI). Tujuan dari internet2 antara lain :

• Mendemostrasikan aplikasi baru yang dapat meningkatkan peneliti untuk

melakukan kolaborasi dalam penelitian

• Membangun advanced communication infrastructures

• Menyediakan middleware dan perangkat development

• Mendukung QoS untuk penelitian dan komuniti pendidikan

• Mempromosikan next generation dari teknologi komunikasi

• Mengkoordinasi standarisasi

• Mengkapitalisasi sistem partner antara pemerintah dan sektor organisasi

• Melakukan perubahan jaringan dari internet ke internet2

• Mempelajari efek samping dari infrastruktur yang baru pada pendidikan tinggi

dan komunitas internet

Beberapa masalah yang sering terjadi:

1. The Deployment of Global Network.

2. Human Control over Technology

3. Transparency vs. Privacy

4. Luddites, Technological “refuseniks,” and violence

5. Compelling or “addictive” virtual worlds

6. The fate of language online

7. Investment priorities

referensi: internet2.edu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: