Posted by: stevanustanly | May 21, 2010

Knowledge Management

Knowledge Management merupakan sesuatu yang baru di Indonesia dan setiap perusahaan berlomba-lomba untuk menerapkan KM di dalamnya. Sebenarnya KM sudah booming di awal abad-21. Karena kurang aware akan hal ini, banyak perusahaan yang kurang memahami dan menyadari pentingnya KM hingga saat ini mingkatnya persaingan di era globalisasi membuat setiap perusahaan baru mulai memperhatikan KM.

Sebenarnya isu yang paling penting dari KM pada awalnya adalah turn-over karyawan yang tinggi dalam sebuah perusahaan. Banyak perusahaan yang mempunyai “hero” untuk menjalankan seluruh proses bisnisnya. Jika “hero” tersebut resign, cuti, lalu apakah yang akan terjadi? Sementara seluruh proses bisnis dan segala ilmu perusahaan ada di “kepala hero”. Sungguh sangat berbahaya bagi perusahaan jika hal ini terjadi, karena tidak mudah untuk mencari penggantinya mengingat pengalaman “hero” yang telah lama. Untuk itulah diperlukan adanya Knowledge Management, dimana setiap ilmu, pengetahuan dan informasi yang berkiaitan dengan segala hal dalam perusahaan dituangkan dan didokumentasikan hingga setiap karyawan dapat melihat, menggunakan dan mengatasi masalah dengan informasi yang di akses melalui KMS.

KMS (Knowledge Management System) merupakan sistem yang dapat menampung seluruh knowlege untuk dapat dimanajemen dengan baik. Inti dari KMS adalah Knowledge yang di create, disimpan dan dishare pada sebuah portal sistem informasi. Untuk kebeneran informasi perlu adanya tim panelis dimana tim ini bekerja untuk memilah-milah informasi atau knowledge mana yang telah di create dan layak untuk di publish di dalam KMS.

Untuk menciptakan budaya sharing knowledge dalam sebuah perusahaan tidaklah mudah, Perlu adanya dukungan manajemen yang kuat. Misalnya memberikan reward and punishment. Dengan adanya sistem reward and punishment ini dapat mendorong untuk setiap orang menulis dan membagikan sesuatu dan dishare dalam KMS. Juga memberikan punishment untuk karyawan yang dalam jangka waktu tertentu tidak memberikan kontribusi untuk KMS. Hal-hal yang dishare tentunya tidak hanya hal teknis, misalnya bagaimana membuat PO, membuat laporan keuangan, menjadwalkan shipping, dll. Namun, karyawan juga dapat menshare pengalaman-pengalaman kesalahan yang pernah dialaminya. Dengan hal ini diharapkan agar kesalahan yang dilakukan tidak diulangi oleh karyawan lain.


Responses

  1. iya, saya kira tiap perusahaan harus ada Knowledge Management, agar kelangsungan informasi yang dibutuhkan, cukup dengan KMS dapat diperoleh informasi tersebut tanpa kehilangan rantai pengetahuan dari seorang “hero” tersebut.

    Terima Kasih atas infonya ya.

    • Betul sekali Sdri. Sienty. Yang memiliki banyak informasi, dialah yang memiliki dunia.
      Terima Kasih tanggapannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: