Posted by: stevanustanly | May 31, 2010

Knowledge Management Assessment Tools (KMAT)

Knowledge management Assessment Tools (KMAT)

KMAT merupakan salah satu cara untuk menilai atau meng-assess knowledge management yang dimiliki perusahaan.

KMAT dikembangkan oleh American Productivity & Quality Center dan Arthur Andersen di tahun 1995. KMAT digunakan untuk membantu perusahaan dalam melakukan penilaian terhadap kekuatan dan kesempatan yang ada dalam me-manage knowledge .
KMAT adalah survei yang dilakukan secara diagnosa untuk membantu perusahaan dalam memutuskan keefektifan dari praktek Knowledge management yang dilakukan di perusahaan.

Didalamnya ada kurang lebih 30 pertanyaan survei, dan tugas dari admin dan para karyawan yang melakukan penilaian dan melakukan interpretasi terhadap hasil pertanyaan survei tersebut.

KMAT dibagi menjadi 5 variabel penilaian, yaitu: Knowledge management Process, Leadership in Knowledge management, Culture / structure, technology, measurement

  1. Knowledge management Process

Dalam sub ini, perusahaan dapat menilai proses Knowledge management dapat dijalankan di perusahaan dan menilai adanya peluang agar Knowledge management dapat diterapkan di perusahaan. Pertanyaan dalam survei untuk sub ini antara lain :

a. Apakah semua anggota perusahaan mendapat kesempatan untuk mencari ide-ide baru ?

b. Apakah perusahaan telah memberikan format dokumentasi terhadap semua pelatihan yang sudah pernah dijalani dan dokumentasi dari semua hal-hal yang telah dipelajari ?

c. Apakah tacit knowledge di perusahaan dihargai dan dapat ditransfer dengan rutin kepada karyawan lainnya di perusahaan ?

2. Leadership in Knowledge management

Dalam sub ini, perusahaan ini dapat menilai apakah perusahaan mendorong knowledge yang berbasiskan visi dan strategi yang sesuai dengan perusahaan. Hal ini juga dapat secara jelas untuk mengetahui apakah Knowledge management berkontribusi langsung terhadap perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Pertanyaan dalam survei untuk sub ini antara lain :

a.  Apakah mengatur knowledge perusahaan dipusatkan terhadap strategi perusahaan?

b.  Apakah perusahaan dengan jelas memahami bahwa pendapatan yang potensial akan didapatkan oleh perusahaan dari penjualan dari aset knowledge dan strategi perusahaan?

c.  Apakah perusahaan mendukung pembelajaran terhadap kompetensi core bisnisnya?

3. Culture / structure

Dalam sub ini, perusahaan diukur apakah knowledge yang ada di perusahaan didukung untuk dilakukan antar departemen yang berbeda dan diberikan penghargaan (KPI) bagi setiap karyawan yang berkontribusi. Pertanyaan dalam survei untuk sub ini antara lain :

a. Apakah perusahaan mendorong dan memfasilitasi sharing knowledge ?

b. Apakah adanya keterbukaan dan kepercayaan yang ada di perusahaan?

c.  Apakah adanya fleksibilitas dan hasrat yang diberikan perusahaan untuk menginovasi jalannya proses pembelajaran?

d. Apakah setiap karyawan bertanggung jawab terhadap pembelajaran yang dilakukannya sendiri?

4. Knowledge management Technology

Dalam sub ini, perusahaan diukur dari segi kesiapan teknologinya, apakah memungkinkan jika Knowledge management dapat dicanangkan dan dijalankan di perusahaan ini dengan keadaan teknologi yang ada sekarang ini. Pertanyaan dalam survei untuk sub ini antara lain :

a.  Apakah teknologi yang ada di perusahaan dapat terhubungkan langsung dengan semua anggota / karyawan / staff / publik dan dapat dengan mudah diakses dengan mudah oleh mereka?

b.  Apakah teknologi yang ada menciptakan institutional memory yang dapat diakses oleh semua anggota perusahaan?

c. Apakah teknologi yang ada dapat membawa perusahaan lebih dekat lagi ke customer?

d. Apakah teknologi yang ada dapa mendukung kolaborasi antara tangan-tangan para karyawan?

e. Apakah sistem informasi di perusahaan tersebut adalah real-time, terintegrasi dan “smart”?

5. Knowledge management Measurement

Perusahaan ditanya apakah perusahaan mengukur dan mengatur modal intelektualnya (knowledge ) dalam cara yang sistematis dan mempublikasikan ke para pemegang saham? Pertanyaan dalam survei untuk sub ini antara lain :

a. Apakah perusahaan telah menemukan cara dan jalan untuk menghubungkan knowledge dengan hasil finansial yang akan didapatkan?

b. Apakah perusahaan telah membuat seperangkat indikator untuk me-manage knowledge ?

c.  Apakah perusahaan membuat aturan pengukuran keseimbangan antara indikator-indikator segi finansial dan non finansial?


Responses

  1. terimakasih atas artikelnya, kalau boleh tahu, buku rujukannya dari mana ya? Saya sedang membuat tesis yang berkaitan dengan knowledge management.

  2. Terima Kasih Pak Syamsul Hadi, sejujurnya saya lupa rejukan ini dari mana. Kalau saya tidak salah, saya mengambil dari buku Amrit Tiwana. Saya juga sedang menulis Thesis mengenai Knowledge Management. Selamat menulis


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: