Posted by: stevanustanly | May 13, 2011

Pendidikan dan Kewirausahaan

Saya ingat ketika dulu menduduki bangku TK, bermain, bernyanyi dan makan-makan bersama teman-teman dan guru. Pendidikan yang saya dapatkan di sebuah TK di Bali sangatlah sederhana. Seperti kebanyakan TK lainnya, TK saya dilengkapi dengan arena bermain, bak pasir, aula dan ruang kelas. Sarana pembelajaran pun masih sangat sederhana. Beranjak ke SD, saya merasakan perbedaan yang sangat dari cara belajarnya. Pembelajaran berlangsung dengan sedikit permainan yang membuat saya dan teman-teman cenderung bosan. Setelah tahun kedua, saya migrasi ke Bandar Lampung di Pulau Sumatera. Peradaban di Lampung jauh lebih baik. Lebih modern. Informasi yang saya dapatkan lebih actual dan saya bisa mengikuti tren-tren yang ada dengan cepat Singkat waktu, saya kembali ke Bali untuk melanjutkan ke SMP dan SMA. Saya kembali menghadapi keterbelakangan peradaban. Ironis memang jika Bali dikenal oleh internasional namun kota saya masih mengalami ketertinggalan. Ya, itulah pengaruh tidak meratanya pembangunan.

Semakin umur bertambah, semakin besar tanggung jawab yang harus dipikul seseorang. Saat itu, saya menanggalkan status siswa saya dan saya bersiap untuk menyandang status sebagai mahasiswa. Saya kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Disinilah letak kenikmatan hidup saya selama ini. Memang, awalnya terkesan asing. Apalagi pembelajaran yang sangat-sangat jauh berbeda. Tanggung jawab besar harus ditanggung oleh mahasiswa. Kita tidak lagi dimarah ketika tidak mengerjakan tugas kuliah. Namun, konsekuensinya adalah kita tidak mendapat nilai tugas. Di penghujung kuliah, setiap mahasiswa wajib mengerjakan tuga akhir atau skripsi. Ini sunggu berat. Tanggung jawab yang semakin besar harus dan mau tidak mau ditanggung oleh setiap mahasiswa yang ingin menyelesaikan studi dan menyandang gelar sarjana. Setelah tugas akhir yang begitu berat dapat terselesaikan, kini saatnya kita bersiap-siap untuk masuk ke dunia kerja.

Kampus saya memiliki visi untuk 80% lulusannya langsung bekerja. Ini bukan sesuatu yang mustahil. Ini mungkin. Terbukti dari angka mahasiswa yang bekerja sesaat setelah lulus tersebut mendekati angka yang ditentukan. Kebanyakan dari mahasiswa yang telah lulus dan menyandang gelar sarjana berpikir untuk langsung membuat CV, surat lamaran dan berpikir untuk bekerja di sebuah instansi atau perusahaan. Jarang sekali dari mereka yang berpikir untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Banyak dari teman saya yang bekerja di sebuah perusahaan dan setelah sekian lama, karirnya begitu-begitu saja. Ada beberapa teman curhat pada saya mengenai hal ini. Sebenarnya kerja di kantor atau pun menjadi seorang wirausaha merupakan panggilan. Tidak bisa semua orang menjadi wirausaha atau pun di kantoan.

Penyebab pola pikir yang demikian ditanam sedari kecil. Saat dewasa, saya baru menyadari betapa pentingnya masa kanak-kanak. Disitulah pola berpikir kita dibentuk. Kita akan menjadi serupa dengan lingkungan dimana kita berada.

Saat ini saya bekerja di sebuah lembaga pendidikan Tunas Daud yang memiliki visi “Mempersiapkan pemimpin masa depan”. Di sekolah ini, sejak dari PG dan TK sudah ditanamkan jiwa wirausaha. Ketika SD, mereka bisa menciptakan sebuah produk dan menjualnya kepada teman-teman mereka melalui bazaar-bazar yang diadakan. Mereka dilatih untuk mengasah setiap kreativitas yang dimiliki. Sekolah Kristen ini juga menerapkan pembelajaran yang didasarkan oleh Firman Tuhan.

Di sekolah ini, sedari TK hingga SMA diajarkan computer. Mereka diajarkan paint, Microsoft Office, Flash, Photoshop dan sebagainya. Yang membuat saya terkejut, ada beberapa aplikasi-aplikasi yang terbilang jarang diajarkan oleh sekolah-sekolah sejenis namun diajarkan disini, seperti Adobe Premiere dan Adobe After Effect. Aplikasi-aplikasi yang diajarkan benar-benar mendorong siswa-siswi Tunas Daud untuk memiliki pola piker wirausaha. Dengan pembelajaran tersebut, mereka bisa membuka studio foto, jasa pengabadian momen, editing video, pembuatan game, desain web dan sebagainya.

Saya mendorong setiap sekolah untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sedari dini. Hal ini untuk membekali setiap siswa-siswi yang dibina untuk kelak sukses di kemudian hari.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: